usahauntuk membentuk kehendak bersama (common will) sebagai suatu bangsa menjadi persoalan yang rumit dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Pidato Presiden Soekarno dalam memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1954 mengingatkan pentingnya memahami kemajemukan budaya yang menjadi ciri bangsa Indonesia. KIGbJ. Indonesia adalah sebuah negara dengan jutaan penduduk yang tersebar di berbagai pulau di seluruh negeri. Keragaman budaya dan suku bangsa yang berbeda, serta perbedaan geografis yang luas antara daerah-daerah, membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang majemuk. Namun, ada beberapa hal yang tidak dianggap sebagai bagian dari kemajemukan yang merupakan ciri khas Indonesia. Salah satu karakteristik yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia adalah agama. Meskipun banyak orang Indonesia yang beragama, agama tidak bisa dikatakan sebagai ciri khas keragaman Indonesia. Karena ada banyak negara di seluruh dunia yang memiliki agama yang sama dengan Indonesia. Sehingga, agama tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Selain agama, karakteristik lain yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia adalah arsitektur. Pada dasarnya, arsitektur adalah sebuah seni yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun. Sekali lagi, arsitektur tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia, karena banyak negara di seluruh dunia yang memiliki desain arsitektur yang sama atau mirip dengan Indonesia. Kemajemukan Indonesia juga tidak termasuk dalam bahasa. Bahasa adalah hal yang sangat penting untuk menunjukkan ciri khas budaya suatu negara. Namun, banyak negara di seluruh dunia yang memiliki bahasa yang sama atau serupa dengan Indonesia. Oleh karena itu, bahasa tidak dapat dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Selain agama, arsitektur, dan bahasa, ada satu karakteristik lagi yang tidak termasuk dalam kemajemukan Indonesia yaitu musik. Musik adalah salah satu bagian yang sangat penting dalam budaya suatu negara. Namun, seperti yang telah disebutkan di atas, musik adalah sebuah seni yang dapat dipraktikkan oleh siapa pun. Beberapa jenis musik yang populer di Indonesia mungkin tidak dapat ditemukan di negara lain, tetapi banyak jenis musik di Indonesia yang berasal dari luar negeri. Karena itu, musik juga tidak bisa dianggap sebagai ciri khas kemajemukan Indonesia. Kesimpulan Kemajemukan merupakan ciri khas Indonesia yang mencerminkan keragaman budaya dan suku bangsa yang berbeda. Namun, ada beberapa karakteristik yang tidak bisa dianggap sebagai bagian dari kemajemukan yaitu agama, arsitektur, bahasa, dan musik. Oleh karena itu, ketika berbicara tentang kemajemukan Indonesia, kita harus membedakan antara karakteristik yang benar-benar dapat mencerminkan keragaman budaya dan suku bangsa Indonesia dan yang tidak. Post navigation Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Negara Indonesia dikenal dengan negara yang sangat kaya sekali akan keanekaragaman dan sumber daya alamnya. Keanekaragaman ini menjadi salah satu faktor penyebab adanya kemajemukan masyarakat di Indonesia. Kemajemukan masyarakat Indonesia sendiri berarti bahwa adanya perbedaan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal. Walaupun adanya masyarakat yang majemuk ini, sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu “ Bhinneka Tunggal Ika “ yang artinya walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini merupakan fondasi kita agar tetap menjaga toleransi dan juga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang kamu apa saja yang membuat Indonesia ini memiliki masyarakat yang majemuk? Dapat kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau. Baik pulau besar maupun pulau kecil. Hal ini dapat berkembang melahirkan sebuah budaya. Kemudian dilihat dari letak Indonesia yang strategis pada posisi silang, sehingga memungkinkan terjadinya kontak dengan bangsa-bangsa lain yang dapat mengakibatkan adanya pertemuan dengan pendatang yang dapat menyebabkan terciptanya proses asimilasi melalui perkawinan campuran amalgamasi sehingga terbentuk ras dan etnis. Perbedaan iklim dan topografi juga mengakibatkan terbentuknya aneka budaya kelompok masyarakat. Nah, kemajemukan masyarakat Indonesia ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang dapat dilihat antara lain berdasarkan ras, etnis, dan masyarakat berdasarkan ras. Ras sendiri memiliki arti yaitu segolongan manusia yang memiliki persamaan dalam ciri-ciri fisik dan sifat-sifatnya yang diwariskan secara turun temurun. Setiap manusia memiliki fisik yang berbeda beda pastinya. Mulai dari warna kulit, bentuk, warna rambut, bentuk hidung, dan mata. Dengan adanya perbedaan ras ini seringkali timbul adanya “ streotipe”. Streotipe adalah pikiran yang berprasangka yang didasarkan pada kesan umum yang dipercayai tentang sifat-sifat dan karakter suatu kelompok ras tertentu. Contoh dari permasalahan ini seperti, politik “ Aparthied” di Afrika Selatan yang membatasi secara hokum dan politik warga negara kulit hitam oleh kelompok minoritas kulit putih. Nenek moyang Indonesia pun juga merupakan campuran penduduk asli dengan bangsa asing seperti ; bangsa Melayu Mongoloid, bangsa Papua Melanosoid, dan bangsa Vedoid. Lalu, kemajemukan masyarakat berdasarkan suku bangsa. Suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan tempat asal, asal-usul nenek moyang dan kebudayaan yang sama. Suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini mempengaruhi keragaman budaya bangsa Indonesia. Misalnya terlihat dalam system kekerabatan, yang dimana masing-masing suku bangsa menganut klem garis keturunan. Contohnya seperti Batak Marpaung, Lubis, Sihotang, dll. Minang Cianogo, Koto, Tanjung, dll. Minahasa Supit, Lasut, Manadagi, dll. Maluku Manahutu, Guslaw, Pattinasarani, dll Terakhir yaitu, kemajemukan masyarakat berdasarkan agama. Agama adalah kepercayaan kepada alam gaib yang telah mengenal berbagai kepercayaan kepada alam gaib tanpa dituntun oleh kitab suci. Di Indonesia sendiri terdapat lima agama, yaitu islam, Kristen, khatolik, budha, dan hindu. Beberapa dari masyarakat Indonesia juga percaya akan kepercayaan yang dibawa oleh nenek moyang terdahulu. Berikut beberapa jenis kepercayaan yang masih diyakini oleh beberapa masyarakat Indonesia, seperti animisme dan dinamisme. Animisme yaitu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang dan roh lainnya dari makhluk dan benda alam. Sedangkan dinamisme yaitu kepercayaan kepada semua benda hidup maupun mati yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan luar keberagaman masyarakat Indonesia juga dapat memberikan pengaruh dalam berbagai kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap mempertahankan adanya persatuan dan kesatuan dan meningkatkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan yang ada. Hal-hal yang dapat terpengaruh dengan adanya kemajemukan ini, yaitu konflik sosial dan integrasi konflik social telah memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia yang majemuk seringkali menghadapi masalah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi kita semua sebagai masyarakat Indonesia untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan. Contoh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan social seperti adanya SARA suku,agama,ras, dan antar golongan. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya toleransi yang terjadi di antara beberapa golongan masyarakat, adanya perbedaan pendirian dan perasaan antar individu, dan adanya perbedaan kebudayaan yang berkaitan dengan tata nilai. Adanya konflik sosial juga memberikan dampak positif dan negatif, yaitu seperti berikut. Untuk dampak positifnya seperti ; bertambahnya solidaritas yang merasa senasib dan sepenanggungan, perubahan kepribadian para individu dengan sadar akan kekurangan dirinya, dan dapat menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan untuk dampak negatifnya yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok, hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia, dan perubahan kepribadian yang tidak menyenangkan, merasa cemas, dan lainnya yaitu adanya integrasi sosial. Integrase adalah penyatuan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi. Hal ini menyebabkan masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang bulat. Dalam integrasi sosial ini membutuhkan adanya proses yang harus berjalan dengan baik agar menjadi satu kesatuan yang serasi. Jadi, di tengah arus modern saat ini membuat kita sebagai warga negara yang baik, untuk tetap mempertahankan dan menjaga persatuan dan kesatuan di tengah adanya berbagai perbedaan. Tentu saja kita membutuhkan sebuah landasan agar tetap menjadi bangsa yang satu, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sekali pun berada dalam satu kesatuan, tetapi tetap selalu ingat bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia berbeda-beda dalam satu kemajemukan. Dan akan selalu menjadi indah jika kita menghargai adanya perbedaan tersebut. Lihat Humaniora Selengkapnya Ilustrasi kemajemukan bangsa Indonesia. Foto Unsplash/Robert CollinsTerangkan sisi positif dan negatif dari kemajemukan Indonesia! Pertanyaan ini datang dari kekayaan Indonesia akan suku, budaya, agama, dan golongan, di mana setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang membuat negara kita dikenal sebagai negara apa saja dampak yang diberikan dari perbedaan antara masyarakat Indonesia dan bagaimana cara untuk menjaga keharmonisan dengan ketidaksamaan antar kelompok?Terangkan Segi Positif dan Negatif dari Kemajemukan Bangsa IndonesiaIlustrasi keragaman dalam berkehidupan di Indonesia. Foto Unsplash/Fikri RasyidMenurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, mejemuk adalah terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan. Kemajemukan masyarakat sendiri merupakan keberagaman di dalam masyarakat yang disebabkan dua hal, yakni pembelahan secara horisontal dan horizontal, masyarakat majemuk dikelompokkan berdasarkan ras, bahasa daerah, adat istiadat, agama, pakaian, makanan dan budaya lain. Secara vertikal, dikelompokkan berdasarkan penghasilan, pendidikan, pemukiman, pekerjaan dan kedudukan sosial politik. Kategori tersebut menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat Penyebab Kemajemukan di IndonesiaPandu Runtoko dalam jurnal Konsekuensi Yuridis Kemajemukan Bangsa Indonesia Terhadap Pembangunan Hukum Nasional 2021 210, berbagai faktor yang menyebabkan tingkat kemajemukan yang tinggi di Indonesia ialah1. KebudayaanIndonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak sekali kebudayaan, di mana setiap kebudayaan itu memiliki tatanan kehidupan, adat istiadat maupun norma-norma yang hidup di dalamnya. Macam-macam kebudayaan ini tersebar luas diseluruh wilayah suku bangsa memiliki adat istiadat dan budaya sendiri. Budaya dan adat istiadat daerah dapat kita jumpai dalam hidup sehari-hari. Maka terbentuklah bermacam-macam adat istiadat dan budaya GeografiKeadaan geografis Indonesia dengan jumlah pulau lebih dari terletak di antara Samudera Hindia dan Samudra Pasifik, serta berada di tengah-tengah di lalu lintas perdagangan benua Asia dan Australia mempengaruhi kebudayaan yang AgamaPengaruh agama dan kebudayaan islam yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat dan Persia sekitar abad ke-13 membuat beberapa daerah masih kental akan nilai-nilai Islam. Kedatangan bangsa barat ke Indonesia dengan salah satu misi keagamaan mempengaruhi unsur-unsur kebudayaan di Indonesia ataupun modifikasi unsur-unsur yang Positif dan Negatif Kemajemukan IndonesiaDengan kemajemukan masyarakat Indonesia memberikan dua dampak, baik secara positif dan PositifMenciptakan integritas dan persatuan antar masyarakat di memajukan pergaulan antarsuku, budaya, agama, dan golongan di kebudayaan Indonesia, baik dalam bentuk benda ataupun budaya tak NegatifMudahnya terjadinya konflik dan sikap primodalisme atau pandangan bahwa kelompoknya adalah yang paling baik dan merendahkan kelompok sikap etnosentrisme, di mana sukunya lebih baik daripada yang yang membuat negara kita memiliki ciri khas tersendiri dan bersatu padu untuk memajukan dan mempertahankan Indonesia. Namun kemajemukan dapat menimbulkan konflik apabila tidak dipelihara dengan baik. Sehingga, sikap toleransi menjadi hal yang sangat penting dengan saling menghormati dan menghargai setiap individu dan kelompok.MZM