atautanda dan gejala diare pada orang dewasa biasanya di tandai dengan Konsistensi feces cair (diare) dan frekuensi defekasi semakin sering, muntah (umumnya tidak lama) , demam (mungkin ada, mungkin tidak), kram abdomen, membrane mukosa kering, berat badan menurun. Selama proses DIAREPADA ANAK. Diare. 1. Definisi. Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume, keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonates lebih dari 4 kali sehari dengan tanpa lender darah. 2. Klasifikasi Diare. Monitorjumlah pengeluaran diare ; Monitor keamanan penyiapan makanan ; Terapeutik . Berikan asupan cairan oral ; Pasang jalur intravena ; Berikan cairan intravena ; Berikan minum hangat. Lakukan fisioterapi dada, jika perlu ; Ambil sampel feses untuk kultur, jika perlu ; Edukasi . Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap contohaskep vomitu pada orang dewasa Inilah contoh askep vomitu pada orang dewasa dan ulasan lain yang masih berkaitan dengan topik contoh askep vomitu pada orang dewasa untuk Anda. Anda yang mencari tahu tentang contoh askep vomitu pada orang dewasa bisa membaca artikel berikut ini dengan seksama. ASKEPDIARE. Keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh sangat di perlukan untuk memelihara kesehatan dan fungsi tubuh. Keseimbangan adalah menjaga distribusi air dan elektrolit yang masuk dan keluar di dalam tubuh, ketidakseimbangan dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan beberapa penyakit. Diarekondisinya dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (Fructose, Lactose), penyakit dan makana atau kelebihan Vitamin C dan biasanya disertai sakit perut dan seringkali enek dan muntah. Dimana menurut WHO (1980) diare terbagi dua berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan diare kronik. Diareadalah suatu keadaan meningkatnya berat dari fases (>200 mg/hari) yang dapat dihubungkan dengan meningkatnya cairan, frekuensi BAB, tidak enak pada perinal, dan rasa terdesak untuk BAB dengan atau tanpa inkontinensia fekal.1-4 Diare terbagi menjadi diare Akut dan Kronik.Diare akut berdurasi 2 minggu atau kurang, sedangkan diare kronis lamanya lebih dari 2 minggu. IntervensiKeperawatan pada Klien Diare Diagnosa 1: Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal Adalahdiare yang berlangsung lebih dari 3 minggu bagi orang dewasa dan 2 minggu bagi bayi dan anak. 2.5 Patofisiologi Dipengaruhi dua hal pokok yaitu konsistensi feses dan motilitas usus gangguan proses mekanik dan enzimatik disertai gangguan mukosa akan mempengaruhi pertukaran air dan elektrolit sehingga mempengaruhi konsistensi feses yang terbentuk. A PENGERTIAN. Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 1999). X7Ise. Foto Buku Diagnosa Keperawatan/ Kategori Fisiologis, Subkategori Nutrisi dan Cairan DIAGNOSA KEPERAWATAN SDKI Diare Definisi Pengeluaran Feses yang sering, lunak dan tidak berbentuk. Penyebab Fisiologis Inflamasi gastrointestinalIritasi gastrointestinalProses infeksiMalabsorbsi Psikologis Kecemasan Tingkat stres tinggi Situasional Terpapar kontaminanTerpapar toksinPenyalahgunaan zatProgram pengobatan Agen tiroid. Analgesik, pelunak feses, ferosulfat, antasida, cimetidine dan antibiotikBakteri pada air Gejala dan Tanda Mayor Subjektif Tidak tersedia Objektif Defekasi lebih dari tiga kali dalam 24 jamFeses lembek atau cair Gejala dan Tanda Minor Subjektif UrgencyNyeri/kram abdome Objektif Frekuensi peristaltik meningkatBising usus hiperaktif LUARAN KEPERAWATAN SLKI Tujuan dan Kriteria Hasil Setelah dilakukan intevensi keperawatan selama ………… maka Eliminasi fekal membaik dengan kriteria hasil Kriteria Hasil * Kontrol pengeluaran feses 1 2 3 4 5 ** Keluhan defekasi lama dan sulit 1 2 3 4 5 Mengejan saat defekasi Distensi abdomen 1 2 3 4 5 Terabas massa pada rektal 1 2 3 4 5 Urgency 1 2 3 4 5 Nyeri abdomen 1 2 3 4 5 Kram abdomen 1 2 3 4 5 *** Konsistensi feses 1 2 3 4 5 Frekuensi BAB 1 2 3 4 5 Peristaltik usus 1 2 3 4 5 Keterangan Skor * Menurun 1 Cukup Menurun 2 Sedang 3 Cukup Meningkat 4 Meningkat 5 ** Meningkat 1 Cukup Meningkat 2 Sedang 3 Cukup Menurun 4 Menurun 5 *** Memburuk 1 Cukup Memburuk 2 Sedang 3 Cukup Membaik 4 Membaik 5 BACA JUGA Asuhan Keperawatan Retensi Urin [ INTERVENSI KEPERAWATAN SIKI Manajemen Diare Observasi Identifikasi penyebab diare mis. Inflamasi gastrointestinal, iritasi gastrointestinal Identifikasi gejala invaginasi Identifikasi riwayat pemberian makanan Monitor warna, volume, frekwensi, dan konsistensi tinjaMonitor tanda dan gejala hipovolemia Monitor iritasi dan ulserasi kulit didaerah perineal Monitor jumlah pengeluaran diare Monitor keamanan penyiapan makanan Terapeutik Berikan asupan cairan oral Pasang jalur intravena Berikan cairan intravena Berikan minum hangat. Lakukan fisioterapi dada, jika perlu Ambil sampel feses untuk kultur, jika perlu Edukasi Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap Anjurkan menghindari makanan, pembentuk gas, pedas, dan mengandung lactose Kolaborasi Kolaborasi pemberian obat antimotilitas Kolaborasi pemberian obat antispasmodic/ spasmolitik Kolaborasi pemberian obat pengeras feses Pemantauan Cairan Kolaborasi Monitor frekuensi dan kekuatan nadi Monitor frekuensi nafas Monitor elastisitas atau turgor kulit Monitor jumlah, waktu dan berat jenis urine Terapeutik Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien Dokumentasi hasil pemantauan Edukasi Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan Informasikan hasil pemantauan, jika perlu Sumber PPNI 2016. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Definisi dan Indikator Diagnostik 1st ed. Jakarta DPP PPNIPPNI 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan 1st ed. Jakarta DPP PPNIPPNI 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan 1st ed. Jakarta DPP PPNI 95% found this document useful 20 votes52K views8 pagesDescriptionDownload Asuhan Keperawatan askep Diare di Http// TitleASKEP DIARE asuhan keperawatanCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?95% found this document useful 20 votes52K views8 pagesASKEP DIARE Asuhan KeperawatanOriginal TitleASKEP DIARE asuhan keperawatanDescriptionDownload Asuhan Keperawatan askep Diare di Http// description Akut berair ditandai dengan feses cair yang berlangsung selama beberapa hari, kebanyakan disebabkan oleh infeksi norovirus atau rotavirus. Akut berdarah atau disentri ditandai dengan feses berdarah dan berlendir. Penyebabnya adalah infeksi bakteri E. histolytica atau S. bacillus. 2. Diare kronis Ini adalah penyakit diare yang dapat berlangsung selama empat minggu atau lebih. Gejalanya sudah ada dalam waktu yang lama dan berkembang secara perlahan. Kondisi ini kurang umum dan biasanya disebabkan oleh kondisi medis, alergi, obat-obatan, atau infeksi kronis. Gangguan pencernaan pemicunya adalah sindrom iritasi usus besar IBS, penyakit Crohn, atau kolitis ulseratif. 3. Diare persisten Kondisi ini adalah buang air menerus yang berlangsung lebih dari dua minggu, tapi tidak lebih dari empat minggu. Durasi buang air lebih lama daripada jenis akut, tapi lebih singkat dibandingkan jenis kronis. Diare persisten terbagi menjadi dua. Osmotik makanan di usus tidak dapat diserap dengan baik sehingga cairan berlebih terbuang bersama feses. Sekretori gangguan sistem pembuangan pada usus kecil atau usus besar dalam menyerap elektrolit. Tanda dan gejala diare Frekuensi BAB yang normal bagi tiap orang berbeda-beda, tergantung banyak faktor. Salah satu ciri pencernaan sehat adalah pola BAB teratur. Seseorang dikatakan mengalami memiliki penyakit diare bila frekuensi BAB-nya lebih sering dari biasanya. Gejala diare yang umumnya timbul, yaitu feses lembek dan cair, feses keluar dalam jumlah yang banyak, sakit dan kram perut, kembung mual dan muntah, selalu ada hasrat ingin BAB, demam, dehidrasi, serta feses berdarah. Kapan harus periksa ke dokter? Segera periksa ke dokter apabila mengalami hal-hal sebagai berikut. Tidak sembuh selama 2 hari lebih. Mengganggu kegiatan sehari-hari atau tidur malam. Feses menghitam atau berdarah. Demam di atas 39 °Celsius. Haus terus-menerus dan bibir kering. Tubuh lemas. Penyebab diare Berikut penyebab diare yang mungkin terjadi. Infeksi E. coli atau Salmonella akibat makanan yang tidak steril atau telah terkontaminasi. Infeksi virus, seperti rotavirus, adenovirus, norovirus, dan astrovirus. Intoleransi, sensitivitas yang tinggi, atau alergi terhadap makanan tertentu. Efek samping obat tertentu seperti antibiotik atau antasida. Penyakit radang usus atau penyakit celiac. Terlalu banyak makan makanan manis sehingga perut tidak bisa mencerna gula dengan baik. Faktor risiko diare Berikut berbagai hal yang membuat Anda rentan mengalami menceret. Jarang mencuci tangan setelah ke toilet. Penyimpanan dan persiapan makanan yang tidak bersih. Jarang membersihkan dapur dan toilet. Terlalu banyak makan pedas, minum minuman kopi, teh, soda, atau permen karet yang mengandung gula yang sulit diserap. Bepergian jauh, kondisi ini juga disebut dengan diare wisatawan. Konsumsi makanan sisa yang sudah basi. Sumber air yang tidak bersih. Konsumsi makanan mentah. Komplikasi diare Buang air besar menerus bisa segera sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, jika dibiarkan, gangguan pencernaan ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Berikut berbagai komplikasinya. 1. Malnutrisi BAB cair yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan malnutrisi. Pasalnya, buang air berlebih dalam waktu lebih dari sebulan bisa membuat tubuh kehilangan terlalu banyak vitamin, mineral, protein, dan lemak. Kondisi ini juga dapat menurunkan berat badan dengan cara yang tidak sehat. Ini terjadi karena tubuh tidak menyerap cukup karbohidrat dan kalori dari makanan yang Anda makan. 2. Perdarahan dan iritasi Penyakit diare jangka panjang dapat menyebabkan iritasi pada usus besar atau rektum. Iritasi biasanya berbentuk luka yang membuat jaringan usus menjadi rapuh. Selain itu, iritasi dapat menyebabkan perdarahan pada usus maupun feses yang keluar. 3. Dehidrasi Buang-buang air bisa menyebabkan dehidrasi karena Anda kehilangan banyak cairan tubuh. Dehidrasi ringan dapat mudah diatasi dengan memperbanyak asupan cairan, baik dari air putih, oralit, atau makanan berkuah. Akan tetapi, penyakit diare kronis bisa menyebabkan dehidrasi parah yang berbahaya. Kondisi ini mengakibatkan penurunan volume dan perubahan warna urine, kelelahan, sakit kepala ringan, dan penurunan tekanan darah. Ada pula risiko komplikasi serius, seperti penyakit ginjal, kejang, asidosis metabolik, hingga syok hipovolemik akibat terlalu banyak kehilangan cairan. Syok hipovolemik dapat menyebabkan pingsan, bahkan kematian. 4. Septikemia Septikemia terjadi ketika seseorang mengalami keracunan akibat masuknya bakteri ke dalam aliran darah. Komplikasi ini cukup langka dan biasanya hanya terjadi pada orang yang mengalami penyakit diare parah akibat infeksi bakteri Clostridium difficile. Bakteri ini menyerang usus besar dan menyebabkan peradangan pada dindingnya. Peradangan membuat darah menggumpal sehingga oksigen tak bisa mencapai organ yang dituju. Akibatnya, organ dapat mengalami kegagalan fungsi. Diagnosis diare Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda untuk mencari tahu penyebab buang-buang air. Dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal, seperti gejala yang Anda rasakan, seberapa sering Anda buang air besar, makanan sebelum buang-buang air yang Anda konsumsi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan ada atau tidaknya gejala selain sakit perut yang dialami. Pada beberapa kasus, dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes kesehatan tambahan. Berikut adalah beberapa pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan. Pemeriksaan darah mengukur kadar elektrolit dan ginjal untuk melihat keparahan diare. Tes feses melihat adanya bakteri atau parasit yang menyebabkan BAB cair dan sering. Sigmoidoskopi fleksibel atau kolonoskopi memasukkan tabung tipis dan lentur berkamera dari rektum untuk melihat usus besar Anda. Tes hidrogen napas mengukur kadar hidrogen untuk memastikan adanya toleransi laktosa. Pengobatan diare Diare sebaiknya diberi pengobatan secara medis untuk menurunkan risiko komplikasi. 1. Pengobatan secara medis Berikut beberapa jenis obat diare medis. Attapulgite menyerap sejumlah besar bakteri atau racun yang ada di dalam pencernaan. Cairan elektrolit atau larutan oralit mencegah dehidrasi. Bismuth subsalicylate mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke dalam usus, mengurangi peradangan, dan membunuh kuman penyebab menceret. Loperamide memperlambat pergerakan pada sistem pencernaan dan memadatkan feses. Perawatan rumahan diare Selain mengonsumsi obat-obatan dari dokter, Anda perlu mengetahui cara mengatasi diare di rumah. Apa saja? 1. Hindari makanan penyebab diare Berikut makanan penyebab diare yang perlu dihindari. Minuman dan makanan yang terbuat dari susu. Makanan berat, berlemak, berminyak, dan pedas. Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. 2. Makan sehat dengan diet BRAT Selama masa pemulihan, tubuh Anda memerlukan nutrisi dari makanan. Maka dari itu, pilihlah makanan yang sehat dan mudah dicerna. Anda bisa mengikuti pola makan BRAT Bananas, Rice, Applesauce, Toast. Makanan yang dikonsumsi pada pola BRAT terdiri dari makanan berserat rendah, rasa yang cenderung hambar, dan mudah dicerna, seperti nasi, saus apel, pisang, dan roti. Makanan tersebut baik dikonsumsi saat organ pencernaan sedang bermasalah. 3. Istirahat yang cukup Anda harus beristirahat sebanyak mungkin dan disarankan untuk berhenti beraktivitas sementara waktu. Hal tersebut berguna untuk memulihkan tenaga yang telah dihabiskan akibat bolak-balik buang air besar. Pencegahan diare Berikut cara mencegah diare yang perlu dilakukan setiap saat. Mengonsumsi makanan matang. Cuci tangan yang benar menggunakan air dan sabun selama 20 detik sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, mengganti popok, bersin, batuk, dan membuang ingus. Bersihkan permukaan benda-benda yang sering disentuh dengan disinfektan seperti pegangan pintu, remote, ponsel, dan meja. Diare adalah BAB cair dan terjadi selama tiga kali atau lebih dalam sehari. Kondisi ini harus segera diatasi karena rentan memicu dehidrasi. Bila terjadi pada anak-anak, lakukan pertolongan pertama untuk diare anak dengan meminumkan oralit, lalu awasi keluhan dan gejala yang dialami.